Telinga kita seharusnya menangkap suara dari luar, bukan malah membuatnya. Tetapi kadang-kadang, bahkan di ruangan yang sunyi senyap, kita mendengar bunyi-bunyi yang sepertinya datang dari dalam kepala kita. Kadang-kadang bunyinya mirip radio yang melengking tinggi. Semua ini menggambarkan tinnitus atau apa yang kita sebut telinga berdenging. Seringkali dengingan itu dimulai setelah kamu mendengar suara yang sangat keras (bertepuk tangan dekat telingamu,letusan petasan atau yang lainnya).
Apa yang menimbulkan bunyi dalam kesunyian? Jika kamu dapat melihat ke dalam telingamu, kamu akan melihat selaput, yang disebut gendang telinga, membentang di terowongan yang menuju ke dalam. Getaran dari udara mengenai gendang telinga, membuatnya juga bergetar. Dibalik gendang telinga terdapat bilik bertulang dilengkapi tiga tulang kecil yang dapat bergerak, disebut tulang martil, tulang landasan dan tulang sanggurdi. Tulang-tulang ini menangkap getaran dari gendang telinga dan mulai bergerak-gerak cepat.
Lebih dalam lagi ditelinga terdapat bilik penuh cairan yang panjangnya datu inchi lebih sedikit, disebut cochlea atau rumah siput. Getaran dari tulang-tulang bergerak menimbulkan gelombang di dalam cairan, seperti gelombang di lautan. Mirip rumput laut di bawah air, ribuan sel rambut sel rambut berayun-ayun di cairan yang bergerak bolak-balik.
Sel-sel rambut ini mutlak di perlukan bagi pendengaran kita. Dengan suatu cara, gelombang yang lewat sel-sel rambut memicu impuls listrik yang bergerak sepanjang saraf auditori – saraf pendengaran – otak. Otak menterjemahkan sinyal listrik ini menjadi bunyi-musik dan suara.
Sel-sel rambut dapat terluka oleh bunyi keras atau akibat pukulan di kepala. Bisa memar, kusut, atau lepas dan rontok dari akarnya, mengurangi atau menghancurkan kemampuan mereka untuk mengirim impuls listrik melalui saraf pendengaran
Tetapi sebagian sel-sel rambut dapat terluka sedemikian sehingga terus mengirimkan semburan listrik ke saraf pendengaran bahkan ketika mereka tidak bisa lagi menanggapi dengan baik bunyi dari luar. Akibatnya, sel-sel rambut ini terus menyala. Ketika otak menerima sinyalnya, otak menterjemahkannya sebagai bunyi. Jadilah kita mendengar “denging” bahkan diruangan sunyi. (dikutip dari buku ” Einstein Aja Ingin Tahu”)
































Itu namanya lagi sakit. Yang namanya sakit berarti kumatnya sering,walau nggak 1 jam sekali.1 hari berdenging gitu lah. Tapi masalahnya yang kita tanyain jarang banget berdenging,gitu loh. 1 bulan sekali kek,malah kadang 1/2 tahun baru berdenging. Kata orang-orang malah itu lagi diomongin atau digosipin orang.itu katanya lho.